MANAJEMEN RITEL
Pengertian
Manajemen ritel adalah pengaturan keseluruhan faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses perdagangan ritel,yaitu perdagangan langsung barang dan jasa kepada konsumen. Factor-faktor yang berpengaruh dalam bisnis retail adalah place, price, product, dan promotion yang dikenal sebagai 4P.
Industri Ritel terus berubah seiring dengan perubahan teknologi, perkembangan dunia usaha serta kebutuhan konsumen. Bisnis Ritel adalah keseluruhan aktivitas bisnis yang terkait dengan penjualan dan pemberian layanan kepada konsumen untuk pengunaan yang sifatnya individu sebagai pribadi maupun keluarga. Agar berhasil dalam pasar Ritel yang kompetitif, pelaku Ritel harus dapat menawarkan produk yang tepat, dengan harga, waktu & tempat yang tepat pula. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pelaku Ritel terhadap karakteristik target pasar atau konsumen yang akan dilayani merupakan hal yang sangat penting. Dalam operasionalnya pelaku Ritel menjalankan beberapa fungsi antara lain membantu konsumen dalam menyediakan berbagai produk & jasa. Menjalankan fungsi memecah maupun menambah nilai produk, secara keseluruhan pengelola bisnis Ritel membutuhkan implementasi fungsi - fungsi manajemen secara terintegrasi baik fungsi keuangan, pemasaran, sumberdaya manusia, maupun operasional. Sehinga pelaku Ritel dapat memahami secara penuh tentang lingkup bisnis Ritelnya, cara strategi pengembangannya dan Memanajemen bisnisnya.
Ritel dibagi dalam beberapa klasifikasi, diantaranya :
1. Klasifikasi deskriptif
Pasar ritel dibagi menjadi 2 tipe yaitu berdasarkan :
a. tipe kepemilikan (type of ownership)
b. tipe keragaman barang yang dijual(type of merchandise carried)
2. Klasifikasi strategic
Pasar retel dibedakan berdasarkan strategi yang digunakan,yaitu :
a. margin/turnover strategy
b.retail price and service strategy
c. strategic group classification
d. gross margin – merchandise type classification
3. Klasifikasi tingkat pelayanan
Dibagi menjadi :
a. penjualan eceran swalayan
b. penjualan eceran dengan memilih dendiri
Contoh : toko baju dipasar
c. penjualan eceran dengan penjualan terbatas
Contoh : toko elektronik
d. penjualan eceran dengan pelayanan penuh
Contoh : toko perhiasan,butik
Oleh karena itu sebelum memulia bisnis ini hendaknya kita harus sudah memahaminya dengan benar untuk memperkecil resiko kerugian.
Trend Industri Ritel
Industri retail (ritel) berubah dengan cepat. Perubahan-perubahan itu dapat dilihat dari:
1). Perbedaan yang mendasar dan terus berkembang dalam format ritel.
2). meningkatnya konsentrasi industri.
3). Globalisasi
4). Penggunaan berbagai cara untuk berinteraksi dengan konsumen.
Saat ini konsumen dapat membeli barang yang sama dari sejumlah retail (ritel) yang berbeda. Masing-masing format ritel menargetkan pangsa pasar yang berbeda dan yang semakin meningkat. Tiap jenis retail menawarkan manfaat yang berbeda, sehingga para konsumen bisa berlangganan pada retail yang berbeda untuk pembelian dan kebutuhan yang berbeda.
Pada awalnya retail adalah bisnis lokal. Saat ini, konsep ritel yang berhasil disebuah negara telah berkembang secara global.
Beberapa konsep ritel dapat berkembang secara global dan sementara beberapa tidak bisa berkembang biasanya tergantung pada apa yang dinamakan keunggulan bersaing (competitive advantage) di negara tersebut.
STRATEGI PEMASARAN MANAJEMEN RITEL
1.Sasaran Pasar ( Target Market ), yaitu segmen – segmen pasar yang direncanakan untuk dilayani terkait dengan aktifitas memfokuskan sumber daya yang harus disiapkan oleh Ritel
2. Format yang direncanakan akan digunakan utnuk memenuhi kebutuhan target pasar. Format Ritel adalah gabungan Ritel didasarkan pada sifat atau cirri barang dan jasa yang ditawarkan, kebijakan penentuan harga, pemasangan iklan dan program promosi, design took, dan lokasi khusus.
3. Dasar perencanaan ritel untuk memperoleh keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan atau keuntungan dari persaingan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Dengan demikian tiap Strategi ritel akan meliputi :
- Pemilihan segmen target pasar & penentuan format ritel
- Pengembangan keunggulan bersaing yang memungkinkan ritel untuk mengurangi tingkat kompetensi yang dihadapi
Konsep Ritel adalah orientasi manajemen yang memfokuskan ritel dalam menentukan kebutuhan target pasar serta memenuhi kebutuhannya dengan lebih efektif & efisien. Ritel Yang berhasil harus memenuhi kebutuhan pelanggan pada segmen pasar yang dilayani secara lebih baik daripada yang dilakukan oleh pesaing. Tugas Utama dalam mengembangkan Bisnis Ritel adalah menetapkan sasaran pasar, Proses ini diawali dengan menetapkan segmentasi pasar.
Hal – hal penting yang harus diperhatikan dalam bisnis ritel untuk mengembangkan keunggulan bersaing :
1. Loyalitas Konsumen
Loyalitas konsumen berarti kesetiaan konsumen untuk berbelanja di lokasi ritel tertentu. Mempunyai konsumen yang loyal adalah metode yang penting dalam mempertahankan keuntungan dari para pesaing, jika mmeiliki konsumen yang loyal brarti konsumen memiliki keengganan untuk menjadi pelanggan pada ritel – ritel pesaing
2. Program Loyalitas
Program loyalitas adalah bagian dari keseluruhan manajemen hubungan antar konsumen, Program ini sudah umum dijalankan dalam bisnis ritel, program loyalitas bekerja sama dengan manajemen hubungan pelanggan / Customer Relationship Marketing ( CRM ) . Anggota – anggota program loyalitas diketahui saat mereka membeli, karena mereka menggunakan beberapa tipe kartu loyalitas, informasi pembelian disimpan dalam database yang besar, dari dari database dapat diketahui jenis – jenis barang apa yang dibelioleh konsumen, dengan mengunakan cara ini pelaku ritel dapat menyesuaikan berbagai penawaran untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang loyal dengan baik. Beberapa pelaku ritel yang telah mengunakan program ini seperti : Alfa dengan AFC ( Alfa Family Club ), Carrefour dengan Kartu Belanja ( KB ) Carrefour, Maatahari dengan MMC (Matahari Club Card ), dan masih banyak contoh lainnya.
3. Lokasi
Lokasi adalah factor utama dalam pemilihan took Konsumen, Ini juga keunggunlan bersaing yang tidak mudah ditiru. Contohnya Starbucks , mereka menciptakan keberadaan pasar yang sulit untuk disaingi, Carrefour, mereka selalu menentukan lokasi yang selalu strategis. Pemilihan lokasi yang tepat mempunyai keuntungan yaitu :
1. Merupakan komitmen sumber daya jangka panjang yang dapat mengurangi fleksibilitas masa depan ritel itu sendiri.
2. Lokasi akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis ritel dimasa yang akan dating, area yang dipilih haruslah mampu untuk tumbuh dari egi ekonomi sehingga dapat mempertahankan kelangsungan toko saat awal ataupun masa yang akan datan.
Penentuan lokasi dapat dimulai dengan memilih komunitas, keputusan ini sangat bergantung pada potensi pertumbuhan ekonomi dan stablitas maupun persaingan serta iklim politik . selain itu juga geografis sangat menentukan .
4. Manajemen Sumber Daya Manusia
Ritel adalah bisnis tenaga kerja intensif, para pegawai memiliki peranan penting dalam memberikan layanan pada konsumen dan membangun loyalitas konsumen.
5. Sistem Distribusi & Informasi
Semua Ritel berusaha untuk mengelola usaha secara efisien, mereka terus memenuhi kebutuhan konsumen, dan pada saat yang sama member konsumen barang-barang dengan harga lebih baik dari pada pesaingnya atau memutuskan utnuk mengunakan kesempatan guna menarik perhatian konsumen dari para pesaing denganmenawarkan jasa, barang, dan penyajian visual yang lebih baik.
6. Barang – barang yang Unik
Mengembangkan merek-merek berlabel ( juga disebut merek-merek toko ) yang merupakan produk – produk yang dikembangkan dan dipasarkan oleh ritel dan hanya tersedia dari ritel tersebut.
7. Layanan Konsumen
Dibutuhkan waktu dan usaha untuk membangun sebuah tradisi dan reputasi untuk layanan konsumen, karena layanan konsumen yang bagus merupakan asset strategis yang sangat berharga.
PROSES PERENCANAAN MANAJEMEN RITEL
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Perencanaan dibagi dalam 2 elemen penting diantaranya adalah
Sasaran
Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil. Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas. Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan, pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan. Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan organisasi beserta anggotanya.
Rencana
Rencana atau plan adalah dokumen yang digunakan sebagai skema untuk mencapai tujuan. Rencana biasanya mencakup alokasi sumber daya, jadwal, dan tindakan-tindakan penting lainnya. Rencana dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya. Berdasarkan cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan rencana operasional. Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku di seluruh lapisan organisasi sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan sehari-hari anggota organisasi.
Menurut Wheelen dan Hunger (1987) manajemen strategi adalah himpunan dari putusan dan tindakan manajerial yang menentukan performansi badan usaha dalam jangka panjang. MS mencakup perumusan, implementasi, dan evaluasi atau pengendalian strategi. Dengan demikian, studi mengenai manajemen strategi menitikberatkan pada kegiatan untuk memantau dan mengevaluasi peluang dan kendala lingkungan, di samping kekuatan dan kelemahan perusahaan. Dalam hal ini,perencanaan strategi merupakan bagian dari MS, karena tidak mencakup implementasi, evaluasi, dan pengendalian strategi, melainkan hanya mencakup perumusan strategi.
Evolusi dari Manajemen Strategis
Menurut Gluck, Kaufman dan Walleck (1982), ada empat fase evolusi manajemen strategis:
Tahap I : Basic Financial Planning: mengupayakan pengendalian
operasional dan manajerial yang baik dengan menggunakan
anggaran sebagai instrumennya.
Tahap II : Forecast-based planning: mengupayakan system perencanaan
yang lebih efektif untuk mencapai pertumbuhan perusahaan,
dengan memperkirakan keadaan masa depan untuk waktu yang
lebih lama.
Tahap III : Externally oriented planning: mengupayakan peningkatan
kepekaan terhadap pasar dan persaingan dengan cara mencoba
untuk berpikir strategis.
Tahap IV : Strategic management: mengupayakan untuk mengatur semua
sumberdaya yang ada untuk mengembangkan daya saing dan
membantuk menciptakan masa depan.
Hax dan Majluf (1984) membedakan dua macam prosesmanajemen strategis, yaitu tingkat unit usaha (business) dan badan usaha (corporate).
Business Strategic Planning:
Misi unit usaha.
Perumusan strategi usaha dan program menyeluruh.
Perumusan dan evaluasi program khusus.
Alokasi sumberdaya dan pengukuran kinerja untuk pengendalian manajemen
Penganggaran tingkat unit usaha.
Pengesahan penganggaran dari dana strategis dan operasional.
Corporate Strategic Planning:
v Visi badan usaha.
v Postur strategis dan pedoman perencanaan
v Misi unit usaha.
v Perumusan strategi dan program kerja menyeluruh.
v Perumusan strategi fungsional.
v Konsolidasi atas strategi unit usaha dan strategi fungsional.
v Penentuan dan evaluasi program kerja khusus unit usaha.
v Penentuan dan evaluasi program kerja khusus fungsional.
v Alokasi sumberdaya dan penentuan pengukuran kinerja.
v Penganggaran tingkat unit usaha.
v Penganggaran tingkat fungsional.
v Konsolisasi penganggaran dan pengesahan dana strategis dan operasional.
Sumber : google.com
Senin, 21 Februari 2011
Selasa, 18 Januari 2011
Hutang Luar Negeri dan Pembiayaan Pembangunan di Indonesia
HUTANG LUAR NEGERI DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA
Utang luar negeri atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
Modal Asing dalam pembnagunan dibagi menjadi 2, yaitu :
• Modal asing yang tidak dibayar kembali
• Modal asing yang harus dibayar kembali
Aliran Modal ke Sektor Pemerintah
• Pinjaman menurut jangka waktu
• Jangka pendek
• Jangka panjang
• Kredit IMF
• Menurut kreditur
• Sumber resmi
• Swasta
Aliran Modal ke Sektor Swasta
• Investasi langsung (PMA)
• Investasi Portfolio
• Pinjaman dari bank komersial (commercial bank lending)
• Kredit ekspor
Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Utang
• Motivasi Negara Donor
• Kepentingan ekonomi dan strategi
• Tanggung jawab moral
• Negara Pengutang
• Saving Investment GAP
• Foreign Exchange GAP
• Trade GAP
Sumber-sumber pembiayaan Indonesia
• Ekspor
• Bantuan Luar Negeri
• Investasi asing atau PMA
• Tabungan domestic
Fungsi Bantuan Luar Negeri Bagi Indonesia
Bantuan Luar negeri telah berfungsi sebagai berikut :
• Injeksi
Injeksi adalah Pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menutup
deficit APBN dan neraca pembayaran
• Infus
Infus adalah kebutuhan yang tidak dapat dihindari (adiktif)
Utang luar negeri atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
Modal Asing dalam pembnagunan dibagi menjadi 2, yaitu :
• Modal asing yang tidak dibayar kembali
• Modal asing yang harus dibayar kembali
Aliran Modal ke Sektor Pemerintah
• Pinjaman menurut jangka waktu
• Jangka pendek
• Jangka panjang
• Kredit IMF
• Menurut kreditur
• Sumber resmi
• Swasta
Aliran Modal ke Sektor Swasta
• Investasi langsung (PMA)
• Investasi Portfolio
• Pinjaman dari bank komersial (commercial bank lending)
• Kredit ekspor
Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Utang
• Motivasi Negara Donor
• Kepentingan ekonomi dan strategi
• Tanggung jawab moral
• Negara Pengutang
• Saving Investment GAP
• Foreign Exchange GAP
• Trade GAP
Sumber-sumber pembiayaan Indonesia
• Ekspor
• Bantuan Luar Negeri
• Investasi asing atau PMA
• Tabungan domestic
Fungsi Bantuan Luar Negeri Bagi Indonesia
Bantuan Luar negeri telah berfungsi sebagai berikut :
• Injeksi
Injeksi adalah Pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara menutup
deficit APBN dan neraca pembayaran
• Infus
Infus adalah kebutuhan yang tidak dapat dihindari (adiktif)
masalah pengangguran
Masalah Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali atau seseorang yang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang ada .Pengangguran sering kali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktifitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan maslah-masalah social lainnya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Jenis dan Macam Pengangguran
1. Pengangguran Friksional
Pengangguran Friksional adalah pengganguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis anatara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
2. Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
3. Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur.
4. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang. Badan Pusat satistik (BPS) DKI Jakarta mencatat hingga Agustus 2009 tingkat pengangguran terbuka di Ibu kota mencapai 569.340 orang atau 12,15 persen. Jumlah itu mengalami penurunan 0,01 persen dibanding TPT pada agustus 2008 yang mencapai 580.510 orang atau 12,16 persen. Penurunan itu hamper terjadi diseluruh wilayah DKI kecuali di Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu. Di Jakarta Timur jumlah pengangguran naik dari 166.370 orang pada 2008 menjadi 175.440 orang ditahun 2009. Sedangkan di Jakarta Pusat, jumlah TPT di tahun 2008 sebanyak 56.350 orang naik menjadi 59.540 orang pada tahun 2009. Sedangkan angka TPT di Kepulauan Seribu mengalami kenaikan dari 92 ribu orang di tahun 2008 menjadi 97 ribu orang di tahun ini. Sementara itu, daerah yang mengalami penurunan angka TPT yaitu Jakarta Selatan dari 133.070 pengangguran di tahun 2008 menjadi 127.680 orang pada tahun ini. Jakarta Barat, pada tahun 2008 angka TPT mencapai 114.210 orang, kini menurun menjadi 109.140 orang. Hal yang sama juga terjadi di Jakarta Utara. Angka TPT di tahun 2008 mencapai 109.600 orang, kini menurun menjadi 96.570 orang.
Kepala BPS DKI Jakarta, Agus Suherman, mengatakan kenaikan pengangguran terbesar terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Sedangkan penurunan TPT terbesar ada di wilayah Jakarta Selatan. Namun, jika ditotal pengangguran di DKI Jakarta mengalami penurunan. “Penurunannya sangat tipis sekali, hanya 0,01 persen,” kata Agus di Jakarta. Dia memaparkan dari total pengangguran di ibu kota, tingkat pendidikan yang paling banyak menyumbangkan angka pengangguran yaitu lulusan siswa menengah kejuruan (SMK) dan yang paling kecil lulusan Diploma I-III. Rinciannya, adalah TPT dari lulusan SMK sebanyak 156.390 orang, lulusan SMU sebanyak 146.198 orang, lulusan SMP 86.866 orang, lulusan SD sebanyak 75.203 orang, lulusan universitas (S1-S3) sebanyak 73.417 orang, dan lulusan diploma (DI-DIII) sebanyak 31.266 orang.
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali atau seseorang yang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang ada .Pengangguran sering kali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktifitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan maslah-masalah social lainnya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Jenis dan Macam Pengangguran
1. Pengangguran Friksional
Pengangguran Friksional adalah pengganguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis anatara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
2. Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
3. Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur.
4. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang. Badan Pusat satistik (BPS) DKI Jakarta mencatat hingga Agustus 2009 tingkat pengangguran terbuka di Ibu kota mencapai 569.340 orang atau 12,15 persen. Jumlah itu mengalami penurunan 0,01 persen dibanding TPT pada agustus 2008 yang mencapai 580.510 orang atau 12,16 persen. Penurunan itu hamper terjadi diseluruh wilayah DKI kecuali di Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu. Di Jakarta Timur jumlah pengangguran naik dari 166.370 orang pada 2008 menjadi 175.440 orang ditahun 2009. Sedangkan di Jakarta Pusat, jumlah TPT di tahun 2008 sebanyak 56.350 orang naik menjadi 59.540 orang pada tahun 2009. Sedangkan angka TPT di Kepulauan Seribu mengalami kenaikan dari 92 ribu orang di tahun 2008 menjadi 97 ribu orang di tahun ini. Sementara itu, daerah yang mengalami penurunan angka TPT yaitu Jakarta Selatan dari 133.070 pengangguran di tahun 2008 menjadi 127.680 orang pada tahun ini. Jakarta Barat, pada tahun 2008 angka TPT mencapai 114.210 orang, kini menurun menjadi 109.140 orang. Hal yang sama juga terjadi di Jakarta Utara. Angka TPT di tahun 2008 mencapai 109.600 orang, kini menurun menjadi 96.570 orang.
Kepala BPS DKI Jakarta, Agus Suherman, mengatakan kenaikan pengangguran terbesar terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Sedangkan penurunan TPT terbesar ada di wilayah Jakarta Selatan. Namun, jika ditotal pengangguran di DKI Jakarta mengalami penurunan. “Penurunannya sangat tipis sekali, hanya 0,01 persen,” kata Agus di Jakarta. Dia memaparkan dari total pengangguran di ibu kota, tingkat pendidikan yang paling banyak menyumbangkan angka pengangguran yaitu lulusan siswa menengah kejuruan (SMK) dan yang paling kecil lulusan Diploma I-III. Rinciannya, adalah TPT dari lulusan SMK sebanyak 156.390 orang, lulusan SMU sebanyak 146.198 orang, lulusan SMP 86.866 orang, lulusan SD sebanyak 75.203 orang, lulusan universitas (S1-S3) sebanyak 73.417 orang, dan lulusan diploma (DI-DIII) sebanyak 31.266 orang.
Kebijakan Perdagangan Internasional
KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Jika dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Rumitnya perdagangan internasional disebabkan oleh hal-hal berikut :
1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan.
2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya.
3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran atau timbangan, hukum dalam perdagangan, dsb.
4. Sumber daya alam yang berbeda.
Kebijakan Perdagangan Internasional dibagi menjadi :
• Kebijakan perdagangan bebas
Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tariff maupun hambatan kuota.
• Kebijakan proteksi
Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme, yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil, dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi, sehingga sulit bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing, maka proteksi akan dicabut.
Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. Hambatan itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri.
Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut, yaitu:
1. Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak.
2. Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara importir.
a. Harga barang melambung tinggi,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
c. Meningktanya produksi di dalam negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir.
a. Harga barang turun,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
c. Produksi di dalam negeri berkurang.
3. Dumping dan Diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain.
Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
4. Subsidi
Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.
5. Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Jika dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Rumitnya perdagangan internasional disebabkan oleh hal-hal berikut :
1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan.
2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya.
3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran atau timbangan, hukum dalam perdagangan, dsb.
4. Sumber daya alam yang berbeda.
Kebijakan Perdagangan Internasional dibagi menjadi :
• Kebijakan perdagangan bebas
Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tariff maupun hambatan kuota.
• Kebijakan proteksi
Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme, yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil, dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi, sehingga sulit bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing, maka proteksi akan dicabut.
Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. Hambatan itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri.
Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut, yaitu:
1. Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak.
2. Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara importir.
a. Harga barang melambung tinggi,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
c. Meningktanya produksi di dalam negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir.
a. Harga barang turun,
b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
c. Produksi di dalam negeri berkurang.
3. Dumping dan Diskriminasi harga
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain.
Kebijakan ini hanya berlaku sementara, haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping.
4. Subsidi
Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.
5. Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.
Perusahaan multinasional dan lingkungan internasional
Perusahaan Multinasional dan Lingkungan Internasional
Perdagangan bebas ini diperkenalkan oleh Yacob Finer tahun 1892 – 1970. Tujuan perdagangan bebas dapat meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan dalam ekonomi. Perdagangan bebas adalah suatu Negara atau lebih yang terdiri dari beberapa Negara yang melaksanakan perdagangan secara bebas, dan menghilangkan hambatan – hambatan tarif umum dalam perdagangan bebas tersebut. Negara yang ikut serta dalam gabungan regional adalah EETA (tingkatan eropa ekonomi trade area), EEC(Eropa ekonomi community), AFTA(asian free tread area), NAFTA (no America free trade area).
TEORI PENANAMAN MODAL ASING
Pemahaman teori penanaman modal asing didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan asing (MNCs) yang beroperasi pada suatu negara dihadapkan pada tambahan biaya yang tidak dihadapi oleh perusahaan domestik. Hymer (1966) dan Kindleberger (1969) menjelaskan bahwa perusahaan MNCs memiliki keunggulan teknologi dan deferensiasi produk, sehingga memungkinkan perusahaan untuk beroperasi pada pasar persaingan monopolistik. Teori siklus produk yang dikembangkan oleh Veron (1966) mengungkapkan bahwa produk baru yang diproduksi di USA didasari oleh ciri khusus pada perekonomian USA, misalnya pendapatan per kapita yang tinggi. Penanaman modal asing langsung (Foreign Direct Investment-FDI) didefinisikan sebagai suatu bentuk perusahaan disuatu negara dalam membuat investasi fisik kedalam bangunan pabrik di Negara lain. Lebih spesifik, Penanaman modal asing langsung adalah mekanisme tata kelola perusahaan lintas batas melalui dimana suatu perusahaan memperoleh aset produktif dinegara lain. Definisi ini dapat diperluas termasuk investasi untuk akuisisi kepentingan dalam operasi perusahaan diluar dari ekonomi investor.
MEMASUKI PASAR INTERNATIONAL
• Secara lisensi
Perusahaan mengijinkan perusahaan lain untuk membuat dan menjual produknya
Perusahaan pemberi lisensi memperoleh royalty untuk setiap unit yang diproduksi dan dijual Penerima Lisensi menanggung risiko investasi manufaktur Cara dengan risiko terkecil untuk masuk ke pasar luar negeri
Pemberi lisensi kehilangan kontrol terhadap kualitas dan distribusi produk Potensi keuntungan yang relatif rendah Risiko yang signifikan adalah jika penerima lisensi mempelajari teknologinya dan bersaing ketika lisensi telah habis masa berlakunya
• Secara Aliansi strattegik
Memungkinkan perusahaan untuk berbagi risiko dan sumber daya untuk ekspansi ke usaha internasional Sebagian besar joint ventures (JVs) melibatkanperusahaan asing dengan produk atau teknologi baru dan perusahaan lokal yang memiliki akses distribusi atau pengetahuan tentang kebiasaan, norma atau politik lokal Bisa mengalami kesulitan dalam menyatukan budaya yang berbeda Bisa tidak paham maksud stratejik rekan kerja atau mengalami tujuan yang berbeda
• Secara Akuisi
Memungkinkan perusahaan untuk melakukan ekspansi internasional dengan cara yang tercepat Bisa sangat mahal Persyaratan hukum dan peraturan bisa menimbulkan halangan untuk kepemilikan asing Biasanya membutuhkan negosiasi yang kompleks dan mahal Potensi perbedaan budaya korporat.
PILIHAN ATAS EKSPOR PENANAMAN MODAL ASING ATAU LISENSI
Investor langsung mungkin secara individual, perusahaan gabungan atau terpisah, perusahaan swasta atau publik, pemerintah, individu-individu yang tergabung dalam suatu kelompok atau yang mempunyai perusahaan investasi langsung, operasi dalam Negara lain pada Negara dimana investor langsung berada. Menurut sejarahnya, Penanaman modal asing langsung adalah pengukuran dari kepemilikan asing dari aset produktif seperti pabrik, tambang, dan tanah. Peningkatan investasi asing dapat digunakan sebagai pengukuran pertumbuhan globalisasi ekonomi. FDI, ekspor, dan lisensi dalam keberadaannya mempunyai posisi sebagai tiga alternatif cara bisnis kita menggapai pasar luar negeri. Sepintas dipersepsikan FDI berbiaya tinggi dan penuh risiko daripada melakukan lisensi atau ekspor. FDI dipilih dalam kondisi profitabilitas melebihi ekspor maupun lisensi. Ini berarti, biaya transportasi dan hambatan-hambatan perdagangan ekspor tidak menarik, kita ingin mempertahankan pengendalian dan keterampilan teknologi, operasionalisasi, strategi bisnis, dan atau kemampuan bisnis tidak cocok dengan lisensi.
Tipe-tipe dari penanam modal asing langsung
Penanam modal asing langsung dapat diklasifikasi dalam berbagai sektor ekonomi dan menjadi salah satu dibawah ini:
• Individu-individu yang berkelompok
• Entitas gabungan atau terpisah
• Perusahaan-perusahaan yang berkelompok
• Perusahaan publik atau perusahaan swasta
• individu
Metode-metode Penanaman modal asing langsung
• Dengan menggabungkan dengan pemilikan pada perusahaan tambahan atau perusahaan lainnya.
• Dengan mengakuisisi saham dalam perusahaan asosiasi.
• Melalui merger atau akuisisi dari perusahaan yang tidak saling berhubungan
• Partisipasi dalam ekuitas joint venture dengan investor atau perusahaan lainnya Insentif Penanaman modal asing langsung dapat mengambil bentuk-bentuk sebagai berikut
• Mengurangi pajak badan dan tingkat pajak penghasilan
•Subsidi keuangan untuk investasi
• Pinjaman lunak atau jaminan pinjaman
Perdagangan bebas ini diperkenalkan oleh Yacob Finer tahun 1892 – 1970. Tujuan perdagangan bebas dapat meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan dalam ekonomi. Perdagangan bebas adalah suatu Negara atau lebih yang terdiri dari beberapa Negara yang melaksanakan perdagangan secara bebas, dan menghilangkan hambatan – hambatan tarif umum dalam perdagangan bebas tersebut. Negara yang ikut serta dalam gabungan regional adalah EETA (tingkatan eropa ekonomi trade area), EEC(Eropa ekonomi community), AFTA(asian free tread area), NAFTA (no America free trade area).
TEORI PENANAMAN MODAL ASING
Pemahaman teori penanaman modal asing didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan asing (MNCs) yang beroperasi pada suatu negara dihadapkan pada tambahan biaya yang tidak dihadapi oleh perusahaan domestik. Hymer (1966) dan Kindleberger (1969) menjelaskan bahwa perusahaan MNCs memiliki keunggulan teknologi dan deferensiasi produk, sehingga memungkinkan perusahaan untuk beroperasi pada pasar persaingan monopolistik. Teori siklus produk yang dikembangkan oleh Veron (1966) mengungkapkan bahwa produk baru yang diproduksi di USA didasari oleh ciri khusus pada perekonomian USA, misalnya pendapatan per kapita yang tinggi. Penanaman modal asing langsung (Foreign Direct Investment-FDI) didefinisikan sebagai suatu bentuk perusahaan disuatu negara dalam membuat investasi fisik kedalam bangunan pabrik di Negara lain. Lebih spesifik, Penanaman modal asing langsung adalah mekanisme tata kelola perusahaan lintas batas melalui dimana suatu perusahaan memperoleh aset produktif dinegara lain. Definisi ini dapat diperluas termasuk investasi untuk akuisisi kepentingan dalam operasi perusahaan diluar dari ekonomi investor.
MEMASUKI PASAR INTERNATIONAL
• Secara lisensi
Perusahaan mengijinkan perusahaan lain untuk membuat dan menjual produknya
Perusahaan pemberi lisensi memperoleh royalty untuk setiap unit yang diproduksi dan dijual Penerima Lisensi menanggung risiko investasi manufaktur Cara dengan risiko terkecil untuk masuk ke pasar luar negeri
Pemberi lisensi kehilangan kontrol terhadap kualitas dan distribusi produk Potensi keuntungan yang relatif rendah Risiko yang signifikan adalah jika penerima lisensi mempelajari teknologinya dan bersaing ketika lisensi telah habis masa berlakunya
• Secara Aliansi strattegik
Memungkinkan perusahaan untuk berbagi risiko dan sumber daya untuk ekspansi ke usaha internasional Sebagian besar joint ventures (JVs) melibatkanperusahaan asing dengan produk atau teknologi baru dan perusahaan lokal yang memiliki akses distribusi atau pengetahuan tentang kebiasaan, norma atau politik lokal Bisa mengalami kesulitan dalam menyatukan budaya yang berbeda Bisa tidak paham maksud stratejik rekan kerja atau mengalami tujuan yang berbeda
• Secara Akuisi
Memungkinkan perusahaan untuk melakukan ekspansi internasional dengan cara yang tercepat Bisa sangat mahal Persyaratan hukum dan peraturan bisa menimbulkan halangan untuk kepemilikan asing Biasanya membutuhkan negosiasi yang kompleks dan mahal Potensi perbedaan budaya korporat.
PILIHAN ATAS EKSPOR PENANAMAN MODAL ASING ATAU LISENSI
Investor langsung mungkin secara individual, perusahaan gabungan atau terpisah, perusahaan swasta atau publik, pemerintah, individu-individu yang tergabung dalam suatu kelompok atau yang mempunyai perusahaan investasi langsung, operasi dalam Negara lain pada Negara dimana investor langsung berada. Menurut sejarahnya, Penanaman modal asing langsung adalah pengukuran dari kepemilikan asing dari aset produktif seperti pabrik, tambang, dan tanah. Peningkatan investasi asing dapat digunakan sebagai pengukuran pertumbuhan globalisasi ekonomi. FDI, ekspor, dan lisensi dalam keberadaannya mempunyai posisi sebagai tiga alternatif cara bisnis kita menggapai pasar luar negeri. Sepintas dipersepsikan FDI berbiaya tinggi dan penuh risiko daripada melakukan lisensi atau ekspor. FDI dipilih dalam kondisi profitabilitas melebihi ekspor maupun lisensi. Ini berarti, biaya transportasi dan hambatan-hambatan perdagangan ekspor tidak menarik, kita ingin mempertahankan pengendalian dan keterampilan teknologi, operasionalisasi, strategi bisnis, dan atau kemampuan bisnis tidak cocok dengan lisensi.
Tipe-tipe dari penanam modal asing langsung
Penanam modal asing langsung dapat diklasifikasi dalam berbagai sektor ekonomi dan menjadi salah satu dibawah ini:
• Individu-individu yang berkelompok
• Entitas gabungan atau terpisah
• Perusahaan-perusahaan yang berkelompok
• Perusahaan publik atau perusahaan swasta
• individu
Metode-metode Penanaman modal asing langsung
• Dengan menggabungkan dengan pemilikan pada perusahaan tambahan atau perusahaan lainnya.
• Dengan mengakuisisi saham dalam perusahaan asosiasi.
• Melalui merger atau akuisisi dari perusahaan yang tidak saling berhubungan
• Partisipasi dalam ekuitas joint venture dengan investor atau perusahaan lainnya Insentif Penanaman modal asing langsung dapat mengambil bentuk-bentuk sebagai berikut
• Mengurangi pajak badan dan tingkat pajak penghasilan
•Subsidi keuangan untuk investasi
• Pinjaman lunak atau jaminan pinjaman
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir, bagaimanapun. Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya.
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor.
Model Ricardian
Model Ricardian memfokuskan pada kelebihan komparatif dan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.
Model Heckscher-Ohlin
Model Heckscgher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional.
Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam faktor pendukung. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan mengekspor barang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai Pradoks Leotief, yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontief yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal.
Faktor Spesifik
Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term sebenarnya. Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengednalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan.
Model Gravitasi
Model gravitasi perdagangan menyajikan sebuah analisa yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Model gravitasi, pada bentuk dasarnya, menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya. Model ini meniru hukum gravitasi Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik diantara dua benda. Model ini telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisa ekonometri. Faktor lain seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini.
Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. pada abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran diantaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut terkadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.
Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir, bagaimanapun. Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya.
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor.
Model Ricardian
Model Ricardian memfokuskan pada kelebihan komparatif dan mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional. Dalam Sebuah model Ricardian, negara mengkhususkan dalam memproduksi apa yang mereka paling baik produksi. Tidak seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang komoditas. Juga, model Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah relatif dari buruh dan modal dalam negara.
Model Heckscher-Ohlin
Model Heckscgher-Ohlin dibuat sebagai alternatif dari model Ricardian dan dasar kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat. Bagaimanapun, dari sebuah titik pandangan teoritis model tersebut tidak memberikan solusi yang elegan dengan memakai mekanisme harga neoklasikal kedalam teori perdagangan internasional.
Teori ini berpendapat bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam faktor pendukung. Model ini memperkirakan kalau negara-negara akan mengekspor barang yang membuat penggunaan intensif dari faktor pemenuh kebutuhan dan akan mengimpor barang yang akan menggunakan faktor lokal yang langka secara intensif. Masalah empiris dengan model H-o, dikenal sebagai Pradoks Leotief, yang dibuka dalam uji empiris oleh Wassily Leontief yang menemukan bahwa Amerika Serikat lebih cenderung untuk mengekspor barang buruh intensif dibanding memiliki kecukupan modal.
Faktor Spesifik
Dalam model ini, mobilitas buruh antara industri satu dan yang lain sangatlah mungkin ketika modal tidak bergerak antar industri pada satu masa pendek. Faktor spesifik merujuk ke pemberian yaitu dalam faktor spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik, tidak secara mudah dipindahkan antar industri. Teori mensugestikan jika ada peningkatan dalam harga sebuah barang, pemilik dari faktor produksi spesifik ke barang tersebut akan untuk pada term sebenarnya. Sebagai tambahan, pemilik dari faktor produksi spesifik berlawanan (seperti buruh dan modal) cenderung memiliki agenda bertolak belakang ketika melobi untuk pengednalian atas imigrasi buruh. Hubungan sebaliknya, kedua pemilik keuntungan bagi pemodal dan buruh dalam kenyataan membentuk sebuah peningkatan dalam pemenuhan modal. Model ini ideal untuk industri tertentu. Model ini cocok untuk memahami distribusi pendapatan tetapi tidak untuk menentukan pola pedagangan.
Model Gravitasi
Model gravitasi perdagangan menyajikan sebuah analisa yang lebih empiris dari pola perdagangan dibanding model yang lebih teoritis diatas. Model gravitasi, pada bentuk dasarnya, menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dan interaksi antar negara dalam ukuran ekonominya. Model ini meniru hukum gravitasi Newton yang juga memperhitungkan jarak dan ukuran fisik diantara dua benda. Model ini telah terbukti menjadi kuat secara empiris oleh analisa ekonometri. Faktor lain seperti tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan kebijakan perdagangan juga dimasukkan dalam versi lebih besar dari model ini.
Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. pada abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran diantaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut terkadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.
PERIKLANAN
PERIKLANAN
Periklanan didefinisikan sebagai bentuk dari komunikasi bukan pribadi yang dibayar dimana sponsor atau perusahaan diidentifikasi.Ini merupakan bentuk popular dari promosi, khususnya bagi produk kemasan konsumen dan jasa.
Pengeluaran periklanan berbeda tergantung industrinya. Sebagai contoh, untuk industri permainan dan mainan memiliki satu dari ratio tertinggi dari harga periklanannya daripada penjualannya.Pabrikan produk konsumen lainnya yang membelanjakan dana begitu banyak pada iklan sehubungan dengan total penjualan termasuk penerbit buku, pabrikan produk gula dan permen, pembuat jam, pabrikan parfum dan kosmetik,dan pembuat detergen.
Periklanan dan Pangsa Pasar
Merek baru dengan pangsa pasar yang kecil cenderung secara proposional menghabiskan lebih banyak untuk periklanan dan promosi penjualan dibandingkan dengan pangsa pasar yang besar, khususnya karna 2 alasan, yaitu :
Pertama, melebihi tingkat tertentu dari pengeluaran periklanan dan promosi penjualan. Menurunkan pengeluaran tingkat pengembalian (deminishing return). Fenomena ini disebut Fungsi Respons Iklan (Advertising response Function).
Alasan kedua dimana merk Baru cenderung memerlukan penegeluaran untuk iklan dan promosi penjualan yang lebih tinggi adalah tingkat tertentu yang minimum dari eksposur diperlukan untuk dapat mempengaruhi kebiasaan membeli yang dapat diukur.
Periklanan dan Konsumen
Periklanan mempengaruhi kehidupan sehari-hari setiap orang dan mempengaruhi banyak pembelian. Konsumen beralih kepada iklan untuk mendapatkan sejumlah informasi dan juga nilai hiburannya.Iklan mempengaruhi program televisi yang ditonton orang, isi koran yang mereka baca, para politisi yang mereka pilih, obat yang mereka gunakan dan mainan anak-anak yang anak mereka mainkan.
Meskipun perikalanan tidak dapat merubah nilai dan sikap konsumen yang telah berakar dalam,periklanan mungkin berhasil dalam merubah sikap negatif seseorang terhadap sebuah produk menjadi positif.
Periklanan dan Loyalitas Merek
Konsumen dengan tingkat loyalitas merek yang tinggi paling kurang terpengaruh terhadap periklanan untuk produk dan jasa yang bersaing.
Periklanan juga mendorong sikap positif terhadap merek, ketika konsumen memiliki kerangka acuan yang netral baik terhadap suatu produk atau merek. Mereka sering kali secara positif dipengaruhi oleh iklan tersebut. Ketika konsumen telah sangat loyal terhadap suatu merek, mereka membeli produk lebih banyak saat iklan dan promosi untuk merek tersebut meningkat.
Periklanan dan Atribut Produk
Periklanan dapat mempengaruhi cara konsumen memperingkat atribut suatu merek separti, warna, selera, bau, dan tekstur. Misalnya, pada masa yang lalu seorang pembeli mungkin memilih suatu merek daging untuk acara makan siang yang didasarkan pada selera dan jenis potongan yang tersedia. Akan tetapi, periklanan mungkin mempengaruhi dimana pelanggan akan memilih daging makan siang tersebut atas dasar atribut lainnya, seperti kandungan kalori dan kandungan lemak.
Jenis Utama Periklanan.
Sasaran promosi perusahaan adalah menentukan jenis iklan yang digunakan.Jika tujuan rencana promosi adalah membangun citra perusahaan atau industri, Periklanan kelembagaan (institutional advertising) mungkin digunakan dan sebaliknya jika pengiklan ingin meningkatkan penjualan produk dan jasa tertentu maka yang digunakan adalah periklanan produk.
1. Periklanan Institusi/Periklanan sokongan, biasanya digunakan untuk melindung terhadap sikap negative konsumen dan meningkatkan kredibilitas perusahaan di antara konsumen yang telah menyukai posisinya.
2. Periklanan Produk lebih ke arah mempromosikan manfaat suatu produk maupun jasa tertentu. Tahap Produk ini dalam siklus hidupnya sering kali menentukan jenis iklan produk yang akan digunakan.Periklanan Produk ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu : Periklanan perintisan (pioneering advertising), periklanan bersaing( competitive advertising), dan Periklanan perbandingan ( comparative advertising).
Langkah dalam Menciptakan Kampanye Periklanan
Suatu kampanye periklanan merupakan serangkaian iklan yang berhubungan dan memfokuskan pada tema umum, slogan dan seperangkat daya tarik periklanan. Proses kampanye periklanan digerakan oleh suatu rencana promosi. Proses perencanaan promosi mengidentifikasikan suatu target pasar, menentukan sasaran promosi secara keseluruhan, menetapkan anggaran promosi dan memilih bauran promosi. Periklanan yang merupakan bauran promosi digunakan untuk menyadingkan suatu pesan penjualan kepada target pasarnya. Iklan tersebut kemudian disampaikan ke target pasar atau penerima pesan, misalnya melalui alat periklanan seperti penyiaran atau media cetak.
Menentukan Sasaran Kampanye
Langkah pertama dalam pengembangan suatu kampanye periklanan adalah mnentukan sasaranperiklanan itu. Sasaran periklanan mengidetifikasi tugas komunikasi khusus yang harus dicapai suatu kampanye untuk suatu target pendengar yang ditentukan selama periode waktu tertentu. Pendekatan DAGMAR adalah suatu metode menetapkan sasaran. Menurut metode ini, semua sasaran periklanan harus secara tepat mendefinisikan target pendengarnya, presentasi perubahan yang diharapkan dalam pengukuran khusus atas efektifitas, dan kerangaka waktu dimana perubahan terjadi.
Proses keputusan kampanye
Membuat Keputusan Kreatif
Langkah berikutnya dalam penegembangan kampanye suatu iklan adalah membuat suatu keputusan kreatifitas dan media. Pekerjaan kreatif tidak dapat dicapai tanpa mengetahui media mana atau saluran pesan mana yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan ketarget pasar.
Mengidentifikasikan Manfaat Produk
Tujuan periklanan adalah untuk menjual manfaat produk bukan atributnya. Suatu atribut adalah sekedar suatu fitur dari suatu produk seperti kemasan yang mudah dibuka atau formulasi khusus. Suatu manfaat adalah apa yang akan diterima atau didapatkan konsumen dengan menggunakan produk tersebut.
Mengembangkan dan Mengevaluasi Daya tarik Periklanan
Daya tarik suatu iklan mengidentifiksai suatu alasan bagi seseorang untuk membeli suatu produk. Mengembangkan daya tarik iklan merupakan tugas yang menantang, khususnya merupakan tanggung jawab orang kreatif diagen pembuat iklan. Tampilan iklan biasanya memainkan emosi pelanggan seperti rasa takut atau rasa saying, atau menyampaikan pada suatu kebutuhan / keinginan yang dimiliki konsumen. Suatu kampanye perikalnan dapat memfokuskan pada satu atau lebih daya tarik iklan. Pemilihan daya tarik iklan yang terbaik dari yang dikembangkan tersebut biasanya memerlukan riset pasar. Kriteria untuk evaluasi meliputi diinginkan, eksklusifitas, dan dapat dipercaya.Daya tarik tersebut harus memberikan kesan positif dan menimbulkan keinginan target pasar. Iklan juga harus eksklusiv dan unik Daya Tarik iklan yang terpilih untuk kampanye menjadi apa yang disebut oleh pemasang iklan sebagai usulan penjualan unik (unique selling propoition).contohnya iklan gillatte’s MACH3 yang ditunjukan untuk para pria dngan slogan “ Tiga mata pisau, lebih sedikit benturan, lebih sedikit iritasi ”.
Daya tarik iklan yang umum adalah dari segi :
1. Keuntungan
2. kesehatan
3. cinta atau romantisme
4. ketakutan
5. kekaguman
6. kenyamanan
7. lucu dan menyenangkan
8. kesombongan dan egoisme
9. kesadaran lingkungan
Melaksanakan pesan
Pelaksanaan pesan adalah suatu cara iklan menggambarkan informasinya Beberapa iklan harus secara cepat menarik perhatian pembaca,pendengar, atau pemirsa.
Pemasangan iklan harus kemudian menggunakan pesan tersebut untuk mempertahankan minat konsumen. Sehingga memotivasi tindakan suatu pembelian.
Gaya dimana suatu pesan dilaksanakan adalah salah satu elemen yang paling kretif dalam suau periklanan.Gaya pelaksanaan ilmiah sangat cocok untuk periklanan cetak dimana lebih banyak informasi yang dapat disampaikan. Sebaliknya gaya demonstrasi dengan musik lebih sering ditemukan di iklan penyiaran.
Memasukan humor kedalam suatu periklanan adalah gaya periklanan yang paling efektif dan popular.
Membuat Keputusan Media
Jenis-jenis Media
Media periklanan adalah saluran yang digunakan pemasangan iklan dalam komunikasi massa. Enam media periklanan besar yaitu :
1. Televisi
2. Radio
3. Koran
4. Majalah
5. Media Luar Ruang
6. Internet dan World Wide Web (WWW)
7. Media Alternatif
Pertimbangan Seleksi Media
Elemen penting dalam kampanye periklanan adalah bauran media,yang terdiri dari :
1. Biaya perkontak
2. Jangkauan
3. Frekuensi
4. Selektifitas pemirsa
Kesimpulan
Dari wacana diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa pengaruh periklanan sangatlah penting untuk memasarkan suatu produk agar lebih dikenal dan menambah daya tarik konsumen untuk membeli suatu produk yang ditawarkan.
Periklanan juga berpengaruh pada pangsa pasar, konsumen, loyalitas merek, dan atribut produk.
Jenis utama periklanan dibagi menjadi 2 :
1. Periklanan institusi/ periklanan sokongan
2. Periklanan Produk
Kampanye periklanan adalah serangkaian iklan yang berhubungan yang memfokuskan pada tema umum, slogan, dan seperangkat daya tarik periklanan.
Periklanan didefinisikan sebagai bentuk dari komunikasi bukan pribadi yang dibayar dimana sponsor atau perusahaan diidentifikasi.Ini merupakan bentuk popular dari promosi, khususnya bagi produk kemasan konsumen dan jasa.
Pengeluaran periklanan berbeda tergantung industrinya. Sebagai contoh, untuk industri permainan dan mainan memiliki satu dari ratio tertinggi dari harga periklanannya daripada penjualannya.Pabrikan produk konsumen lainnya yang membelanjakan dana begitu banyak pada iklan sehubungan dengan total penjualan termasuk penerbit buku, pabrikan produk gula dan permen, pembuat jam, pabrikan parfum dan kosmetik,dan pembuat detergen.
Periklanan dan Pangsa Pasar
Merek baru dengan pangsa pasar yang kecil cenderung secara proposional menghabiskan lebih banyak untuk periklanan dan promosi penjualan dibandingkan dengan pangsa pasar yang besar, khususnya karna 2 alasan, yaitu :
Pertama, melebihi tingkat tertentu dari pengeluaran periklanan dan promosi penjualan. Menurunkan pengeluaran tingkat pengembalian (deminishing return). Fenomena ini disebut Fungsi Respons Iklan (Advertising response Function).
Alasan kedua dimana merk Baru cenderung memerlukan penegeluaran untuk iklan dan promosi penjualan yang lebih tinggi adalah tingkat tertentu yang minimum dari eksposur diperlukan untuk dapat mempengaruhi kebiasaan membeli yang dapat diukur.
Periklanan dan Konsumen
Periklanan mempengaruhi kehidupan sehari-hari setiap orang dan mempengaruhi banyak pembelian. Konsumen beralih kepada iklan untuk mendapatkan sejumlah informasi dan juga nilai hiburannya.Iklan mempengaruhi program televisi yang ditonton orang, isi koran yang mereka baca, para politisi yang mereka pilih, obat yang mereka gunakan dan mainan anak-anak yang anak mereka mainkan.
Meskipun perikalanan tidak dapat merubah nilai dan sikap konsumen yang telah berakar dalam,periklanan mungkin berhasil dalam merubah sikap negatif seseorang terhadap sebuah produk menjadi positif.
Periklanan dan Loyalitas Merek
Konsumen dengan tingkat loyalitas merek yang tinggi paling kurang terpengaruh terhadap periklanan untuk produk dan jasa yang bersaing.
Periklanan juga mendorong sikap positif terhadap merek, ketika konsumen memiliki kerangka acuan yang netral baik terhadap suatu produk atau merek. Mereka sering kali secara positif dipengaruhi oleh iklan tersebut. Ketika konsumen telah sangat loyal terhadap suatu merek, mereka membeli produk lebih banyak saat iklan dan promosi untuk merek tersebut meningkat.
Periklanan dan Atribut Produk
Periklanan dapat mempengaruhi cara konsumen memperingkat atribut suatu merek separti, warna, selera, bau, dan tekstur. Misalnya, pada masa yang lalu seorang pembeli mungkin memilih suatu merek daging untuk acara makan siang yang didasarkan pada selera dan jenis potongan yang tersedia. Akan tetapi, periklanan mungkin mempengaruhi dimana pelanggan akan memilih daging makan siang tersebut atas dasar atribut lainnya, seperti kandungan kalori dan kandungan lemak.
Jenis Utama Periklanan.
Sasaran promosi perusahaan adalah menentukan jenis iklan yang digunakan.Jika tujuan rencana promosi adalah membangun citra perusahaan atau industri, Periklanan kelembagaan (institutional advertising) mungkin digunakan dan sebaliknya jika pengiklan ingin meningkatkan penjualan produk dan jasa tertentu maka yang digunakan adalah periklanan produk.
1. Periklanan Institusi/Periklanan sokongan, biasanya digunakan untuk melindung terhadap sikap negative konsumen dan meningkatkan kredibilitas perusahaan di antara konsumen yang telah menyukai posisinya.
2. Periklanan Produk lebih ke arah mempromosikan manfaat suatu produk maupun jasa tertentu. Tahap Produk ini dalam siklus hidupnya sering kali menentukan jenis iklan produk yang akan digunakan.Periklanan Produk ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu : Periklanan perintisan (pioneering advertising), periklanan bersaing( competitive advertising), dan Periklanan perbandingan ( comparative advertising).
Langkah dalam Menciptakan Kampanye Periklanan
Suatu kampanye periklanan merupakan serangkaian iklan yang berhubungan dan memfokuskan pada tema umum, slogan dan seperangkat daya tarik periklanan. Proses kampanye periklanan digerakan oleh suatu rencana promosi. Proses perencanaan promosi mengidentifikasikan suatu target pasar, menentukan sasaran promosi secara keseluruhan, menetapkan anggaran promosi dan memilih bauran promosi. Periklanan yang merupakan bauran promosi digunakan untuk menyadingkan suatu pesan penjualan kepada target pasarnya. Iklan tersebut kemudian disampaikan ke target pasar atau penerima pesan, misalnya melalui alat periklanan seperti penyiaran atau media cetak.
Menentukan Sasaran Kampanye
Langkah pertama dalam pengembangan suatu kampanye periklanan adalah mnentukan sasaranperiklanan itu. Sasaran periklanan mengidetifikasi tugas komunikasi khusus yang harus dicapai suatu kampanye untuk suatu target pendengar yang ditentukan selama periode waktu tertentu. Pendekatan DAGMAR adalah suatu metode menetapkan sasaran. Menurut metode ini, semua sasaran periklanan harus secara tepat mendefinisikan target pendengarnya, presentasi perubahan yang diharapkan dalam pengukuran khusus atas efektifitas, dan kerangaka waktu dimana perubahan terjadi.
Proses keputusan kampanye
Membuat Keputusan Kreatif
Langkah berikutnya dalam penegembangan kampanye suatu iklan adalah membuat suatu keputusan kreatifitas dan media. Pekerjaan kreatif tidak dapat dicapai tanpa mengetahui media mana atau saluran pesan mana yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan ketarget pasar.
Mengidentifikasikan Manfaat Produk
Tujuan periklanan adalah untuk menjual manfaat produk bukan atributnya. Suatu atribut adalah sekedar suatu fitur dari suatu produk seperti kemasan yang mudah dibuka atau formulasi khusus. Suatu manfaat adalah apa yang akan diterima atau didapatkan konsumen dengan menggunakan produk tersebut.
Mengembangkan dan Mengevaluasi Daya tarik Periklanan
Daya tarik suatu iklan mengidentifiksai suatu alasan bagi seseorang untuk membeli suatu produk. Mengembangkan daya tarik iklan merupakan tugas yang menantang, khususnya merupakan tanggung jawab orang kreatif diagen pembuat iklan. Tampilan iklan biasanya memainkan emosi pelanggan seperti rasa takut atau rasa saying, atau menyampaikan pada suatu kebutuhan / keinginan yang dimiliki konsumen. Suatu kampanye perikalnan dapat memfokuskan pada satu atau lebih daya tarik iklan. Pemilihan daya tarik iklan yang terbaik dari yang dikembangkan tersebut biasanya memerlukan riset pasar. Kriteria untuk evaluasi meliputi diinginkan, eksklusifitas, dan dapat dipercaya.Daya tarik tersebut harus memberikan kesan positif dan menimbulkan keinginan target pasar. Iklan juga harus eksklusiv dan unik Daya Tarik iklan yang terpilih untuk kampanye menjadi apa yang disebut oleh pemasang iklan sebagai usulan penjualan unik (unique selling propoition).contohnya iklan gillatte’s MACH3 yang ditunjukan untuk para pria dngan slogan “ Tiga mata pisau, lebih sedikit benturan, lebih sedikit iritasi ”.
Daya tarik iklan yang umum adalah dari segi :
1. Keuntungan
2. kesehatan
3. cinta atau romantisme
4. ketakutan
5. kekaguman
6. kenyamanan
7. lucu dan menyenangkan
8. kesombongan dan egoisme
9. kesadaran lingkungan
Melaksanakan pesan
Pelaksanaan pesan adalah suatu cara iklan menggambarkan informasinya Beberapa iklan harus secara cepat menarik perhatian pembaca,pendengar, atau pemirsa.
Pemasangan iklan harus kemudian menggunakan pesan tersebut untuk mempertahankan minat konsumen. Sehingga memotivasi tindakan suatu pembelian.
Gaya dimana suatu pesan dilaksanakan adalah salah satu elemen yang paling kretif dalam suau periklanan.Gaya pelaksanaan ilmiah sangat cocok untuk periklanan cetak dimana lebih banyak informasi yang dapat disampaikan. Sebaliknya gaya demonstrasi dengan musik lebih sering ditemukan di iklan penyiaran.
Memasukan humor kedalam suatu periklanan adalah gaya periklanan yang paling efektif dan popular.
Membuat Keputusan Media
Jenis-jenis Media
Media periklanan adalah saluran yang digunakan pemasangan iklan dalam komunikasi massa. Enam media periklanan besar yaitu :
1. Televisi
2. Radio
3. Koran
4. Majalah
5. Media Luar Ruang
6. Internet dan World Wide Web (WWW)
7. Media Alternatif
Pertimbangan Seleksi Media
Elemen penting dalam kampanye periklanan adalah bauran media,yang terdiri dari :
1. Biaya perkontak
2. Jangkauan
3. Frekuensi
4. Selektifitas pemirsa
Kesimpulan
Dari wacana diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa pengaruh periklanan sangatlah penting untuk memasarkan suatu produk agar lebih dikenal dan menambah daya tarik konsumen untuk membeli suatu produk yang ditawarkan.
Periklanan juga berpengaruh pada pangsa pasar, konsumen, loyalitas merek, dan atribut produk.
Jenis utama periklanan dibagi menjadi 2 :
1. Periklanan institusi/ periklanan sokongan
2. Periklanan Produk
Kampanye periklanan adalah serangkaian iklan yang berhubungan yang memfokuskan pada tema umum, slogan, dan seperangkat daya tarik periklanan.
Langganan:
Postingan (Atom)